Destinasi wisata domestik yang naik daun di 2026 mencakup favorit klasik seperti, Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, dan Danau Toba, serta destinasi yang menawarkan pengalaman autentik seperti Desa Wisata, Sumba, dan Banten, dengan tren menuju eksplorasi alam, budaya lokal mendalam, dan aktivitas luar ruangan seperti ATV adventure di Bali, seiring meningkatnya minat pada pariwisata berkelanjutan dan pengalaman yang lebih personal.

Destinasi Klasik & Populer:
- Bali: Tetap jadi favorit, kini dengan fokus pada pengalaman slow living di Ubud, Sidemen, atau Amed, serta aktivitas seperti yoga dan ATV adventure.
- Yogyakarta & Solo: Menawarkan perpaduan budaya, kuliner, dan keindahan alam yang abadi.
- Labuan Bajo & Komodo: Tetap menjadi destinasi utama untuk keindahan alam dan satwa liar.
- Lombok: Menawarkan pantai indah dan suasana lebih tenang, seperti di Tanjung Aan dan Selong Belanak, serta Gunung Rinjani.
- Danau Toba: Terus dikembangkan sebagai destinasi super prioritas dengan keindahan alamnya.
Destinasi yang Sedang Naik Daun (Tren 2026):
- Desa Wisata Autentik: Wisatawan mencari pengalaman langsung kehidupan lokal, belajar budaya, dan kuliner tradisional, seperti yang didorong Duta Pariwisata.
- Sumba: Menawarkan keindahan alam liar dan budaya yang kaya.
- Banten: Populer karena lokasi strategis dekat Jakarta, menawarkan pantai, gunung, budaya, religi, dan wisata ekologi.
- Garut: Dijuluki “Swiss-nya Jawa Barat” karena keindahan alam pegunungan, danau, air terjun, serta budaya lokalnya.
- Luwuk Banggai, Derawan, Wakatobi: Destinasi bahari yang menawarkan keindahan bawah laut.
Tren Aktivitas yang Dicari:
- Pengalaman Lokal & Budaya: Belajar budaya, kuliner tradisional, dan interaksi dengan masyarakat lokal.
- Wisata Alam & Petualangan: ATV adventure di Bali, mendaki Gunung Batur, atau menjelajahi Taman Nasional seperti Way Kambas dan Tanjung Puting.
- Pariwisata Berkelanjutan (Eco-tourism): Konsep yang semakin diminati, termasuk di destinasi seperti Banten.
Secara keseluruhan, tahun 2026 menunjukkan pergeseran dari wisata massal ke pengalaman yang lebih personal, autentik, dan dekat dengan alam.


Comments are closed